Halaman

Minggu, 14 Juli 2013

Wanita dan Billiard ???

     Kenapa gwe mengangkat tema ini???? Karena gwe seorang wanita dan gwe juga pecinta Billiard. Bagi gwe billiard hanya suatu olah raga yang melatih konsentrasi, insting dan ketepatan kita untuk bisa mengarahkan bola sasaran masuk kesalah satu lubang dari 6 lubang yang ada dipinggir meja bilyard. Sudut-sudut yang digunakan dalam mengarahkan bola pada sasaran menerapkan hukum fisika dimana hal ini dapat melatih daya pikir dan kecerdasan kita dalam mengambil langkah. Selain itu permainan ini juga bisa merefresh otak kita yang seharian penuh di isi dengan berbagai aktivitas kehidupan yang tak henti-hentinya membuat otak kita menjadi jenuh dan lelah.

     Namun billiard acapkali masih dipandang negatif oleh banyak orang. Permainan yang mayoritas dimainkan oleh kaum pria ini, dengan tempat yang tertutup dan lampu yang terangnya hanya fokus pada meja billiard, membuat para wanita yang datang kesana terkadang dianggap bukan wanita baik-baik atau dengan istilah wanita “Nakal”. Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya berita tentang tempat billiard di kota-kota kecil yang menyalahgunakan tempat billiard itu menjadi tempat hiburan yang ga wajar, seperti dijualnya berbagai minuman keras, banyaknya wanita seksi yang merangkap sebagai wanita penghibur, bahkan menjadi tempat berjudi dan transaksi obat-obatan terlarang. Alhasil dengan fakta tersebut, membuat para orang tua menyamaratakan SEMUA tempat billiard itu adalah tempat yang tidak baik, tempat yang kotor dan ga wajar untuk dikunjungi. Sehingga dampak negatifnya mereka akan melarang anaknya untuk mendekati apalagi mempelajari permainan ini. Padahal masih banyak pilihan tempat billiard lainnya yang jauh lebih aman dan lebih pantas di anggap “Real” tempat billiard kalau kita bisa berpikir jauh lebih positif.

     Mengulas sedikit tentang pengalaman pertama kali gwe mengenal billiard. Gwe mengenal billiard dari game yang ada di computer gwe dan sejak itu gwe sering memainkannya tanpa berani merealisasikannya secara nyata. Gwe takut dipandang rendah oleh orang-orang disekitar gwe, jangankan mau masuk niat aja gwe ga berani.

     Suatu waktu gwe diajak salah satu teman kuliah gwe sebut saja dia Diny, untuk ikut jam ladies’an (Gratis untuk wanita 16.00-20.00 WIB) disalah satu tempat billiard di Yogyakarta dan dia janji menjamin keselamatan gwe (kaya mo perang aja..LOL). Awalnya gwe menolak , tapi sejak itu gwe selalu kepikiran ingin mencoba. Saking penasarannya gwepun akhirnya meminta Diny untuk ngajak gwe lagi. Gayungpun bersambut, dengan semangat 45 Diny langsung ngajak gwe bermain di sore harinya.

     Dengan jantung yang berdebar-debar berkat Diny gwepun akhinya memasuki salah satu tempat billiard di Yogyakarta yang bernama N***. Sebuah bangunan gede yang didalamnya mungkin ada 20an meja billiard dengan suasana dingin Full AC dan Full Musik serta pelayan yang begitu ramah menyapa kami saat masuk, membuat ketegangan gwe mencair. Tempat itu jauh dari apa yang gwe bayang-bayangin sebelumnya. Pengunjung yang ada disana sibuk dan konsen dengan permainannya masing-masing . Wanita yang ada disana bahkan ada yang mengenakan jilbab, walupun ga bisa dipungkiri memang ada segelintir wanita yang berpakaian seksi, merokok atau bahkan yang menyerupai laki-laki (Tomboy), tapi ga ada prilaku pengunjung yang menyimpang disana seperti yang sebelumnya gwe sebutkan diatas, mereka semua focus dalam permainan. Dan yang paling gwe salut, disana ada pelatih khusus yang dengan suka rela melatih kami para pemula ini untuk belajar dan memahami tentang billiard. Sejak itulah gwe menjadi sering mengunjungi tempat billiard itu dan bersemangat untuk belajar lebih giat lagi.

     Sering gwe merasa minder mengakui kecintaan gwe terhadap billiard yang kebanyakan orang memang masih menganggapnya ga lazim dimainkan seorang wanita. Tapi lambat laun gwe semakin PD (Percaya Diri) dengan hoby billiard gwe ini. Karna apa??? Karna gwe ga merasa jadi wanita yang kebanyakan orang lain pikirkan. Tempat yang gwe kunjungin ga pernah ada penggerebekan masalah narkoba dan sejenisnya, disana gwe ga berpakaian minim layaknya wanita penghibur, gwe ga merokok atau peminum, dan (bukannya so suci) pada jamnya shalat gwe pamit shalat dulu sama teman-teman sepermainan gwe klo memang sekira waktunya ga sempat lagi untuk dikerjakan dirumah. Dan semua ini memang sengaja gwe tunjukin biar orang lain bisa menilai kalo ga semua wanita yang ada di tempat billiard itu “Nakal”. Alhasil Alhamdulillah semua teman-teman sepermainan gwe baik yang baru kenalan disana atau memang udah berteman lama, mereka lebih menghormati gwe sebagai seorang wanita dan mereka malah lebih menjaga gw dari hal-hal negatif lainnya.

     Jadi dari pengalaman gwe tersebut, gwe menarik sebuah kesimpulan. Pada intinya pandangan positif akan terbentuk bila kita menunjukan sesuatu yang positif dan sebaliknya pandangan negatif juga akan terbentuk klo kita bersikap kearah yang mendorong orang untuk berpikir negatif tentang kita. Jadi kembali pada pribadi kita masing-masing. Apa niat dan tujuan kita bermain billiard ini. Kalau kita benar-benar niat untuk belajar dan mengambil segi positif dari permainan billiard ini, kita tidak akan terpengaruh dengan hal-hal negatif tersebut. Dan bagi para wanita, janganlah takut dan malu menunjukan hal-hal yang baik dari diri kamu. Karena segala hal yang baik akan memberikan dampak yang baik pula. Dan janganlah gengsi untuk mengungkapkan kata “Tidak” pada hal yang nantinya dapat menjerumuskan kamu pada hal-hal yang negatif.

     Postingan gwe kali ini bukan bermaksud jd’in diri gwe orang yang so bersih dari segala yang berbau hina. Gwe juga manusia biasa yang ga luput dari salah dan dosa. Gwe cuma kepingin semua wanita bisa menghormati dirinya sendiri sehingga orang lainpun bisa menghormati dirinya sebagai seorang wanita. Pengalaman yang gwe tulis tadipun hanya sebagai contoh bahwa tidak semua orang yang ada ditempat billiard khususnya wanita melakukan hal-hal yang negatif. Dan bukti nyata hasil dari apa yang gwe terapkan itu, sampe sekarang gwe masih merasa aman untuk bermain billiard tanpa anggapan miring dari orang-orang disekitar gwe.

“Yang membuat positif dan negatifnya tempat billiard itu bukanlah permainannya tapi individunya”

Gwe ENO seorang wanita dan gwe juga pecinta billiard.



7 komentar:

  1. ayo billiard...di nine juga boleh...:*

    sms ya... 081236279243

    BalasHapus
  2. apa rata rata laki laki disana tidak baik ? mohon penjelasannya mba terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru buka blog lagi,masalah baik atau tidak tergantung niat pribadi masing2 ya..karna qta ga bs liat orang cuma dr tampang luar atau apa yg dimakan dan diminumnya..Menurut saya,selama cwo yg ada disana tidak mengusik saya dan para wanita dsana berarti dia masih orang baik..dan alhamdulillaah selama ini saya ga pernah di usilin ..Kuncinya cuma 1 mba,qta cwe jangan bikin para cwo punya niat untuk ngusilin qta..karna cwo sebaik apapun klo si cwe mancing yg ga2 baik dr pakaian dan prilaku tetap aja cwonya juga jd cwo yg ga2..dan klo memang mau cari aman sebaiknya cari tempat bilyard yang sdh punya nama dan lokasinya ditengah kota ga digang2 atau pedalaman yang kemungkinan besar cuma namanya aja tempat bilyard tp didalamnya ternyata tempat transaksi2 yg ga2..Salam kenal,Semoga bermanfaat..

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Gw jg cew jogja. Doyan ngepool.
    Yuk main brg cyint. Predator atau bliss
    Follow IG Q: tiara_wr

    BalasHapus
  5. Aku juga suka pool, tapi ya emg anggapan orang2 kalo cewe suka billiard itu cewe nakal dsb. Padahal ga semua cewe yg suka pool itu kek gitu. Banyak juga atlet2 billiard cewe.

    BalasHapus