Halaman

Kamis, 18 Juli 2013

Anto

     Hari ini ntah lagi datang angin apa tiba-tiba gwe jadi kepengen beberes lemari buku gwe yang mungkin udah gwe liat dari 3 or 4 or 5 or 6 bulan lalu udah ambruk dari barisannya (What’s!!!)...Satu-satu gwe rapikan sampai pada sebuah buku..eh bukan buku ding, Diary tepatnya yaa Diary pemberian seorang teman 7 Tahun yang lalu tepatnya, pada tanggal 30 Oktober 2006 (kata Diary). Sebuah Diary berwarna cream berpita biru lengkap dengan gembok kecil berkarat dan terkunci rapat yang menandakan kalau Diary itu sudah lama sekali ga gwe sentuh dengan sentuhan kasih (uwoow).
 
     Diary bergembok…Apa yg ada dalam benak Anda?? Yaaa..”kunci“ (Kaya tebak2an Dora heeee).Gwe mulai berpikir keras..sangat keras..sangat sangat keras…dimana letak kunci itu gwe simpan sampai akhirnya gwe ingat kuncinya ada di *tiiiittt….bla..bla..bla…

     Oke ga usah panjang lebar mendiskripsikan tu Diary dengan kuncinya yang ada di *tiiiiitt… masuk pada inti dari Diary tersebut yaitu “isi”…Gwe mulai mebuka Diary tersebut..Lembar per lembar dari Diary itu gwe baca..disana masih ada tulisan alay anak umur belasan yang menghiasi tiap lembar Diary tersebut…Kisah senang sedih galau tertuang ditiap lembar dari Diary itu sampai pada 1 kisah yang menurut gwe pantas gwe angkat di sini…Kisah dari orang yang memberi Diary ini yaitu “Anto”.

     Anto panggilannya, dia anak yatim keturunan Cina, makanya sekolahnya juga ditempat kebanyakan orang Cina yaitu di sebuah sekolah swasta berbasis agama tertentu yang berbeda agama dengannya. Tentang keluarganya gwe ga tau persis, tapi orangnya baik, dibilang nakal ya relatif gimana nakalnya anak remaja cwo’pada zamannya. Kami berteman baik dari SMA sampe gwe kuliah…yaa hanya sampai gwe kuliah..setelah itu mautlah yang memisahkan kami..”MAUT” sebuah kata yang bikin orang merinding mendengarnya. Begitu juga gwe yang pada waktu itu sangat kaget mendengar berita kepergiannya…

     Kisah ini bermula di dini hari tanggal 13 Oktober 2009 itulah yang disebutkan Diary ini..Gwe mendapat sms dari Anto tapi karna rasa kantuk gwe melebihi dari segalanya yach gwe abaikanlah tue sms sampai akhirnya gwe bangun kembali 2 jam kemudian dan sempat mandi. Keluar dari kamar mandi gwe ingat ada sms dari Anto, tapi masih ragu sms itu nyata atau cuma mimpi aja dan gwepun langung nyamber Handphone gwe untuk ngecek bener ga’nya gwe dapat sms tersebut. Yaa disana masih ada sms dari Anto. Dengan santai gwe buka smsnya “No, Anto udah meninggal gantung diri 3 hari yang lalu” Jeng jeeeeenng Gwe sontak kaget ko yg sms ngaku dirinya meninggal...owww ga mungkin..bencanda ini pikirQ, apalagi meninggalnya pake acara gantung diri dalam benak gwe Sineetttrrrooooonnn kali. Merasa dibecandain kek gitu ya gwe bales aja “ becandanya jangan kelewatan ah ntar kejadian beneran baru tau rasa”(sms dikirim) tetoot (sms diterima) “iya bener no Anto meninggal sore sabtu gantung diri pas orang rumahnya semua pada keluar, ini aku Takim (sahabatnya) pke hpnya dia buat ngasih tau temen-temen nya dia yang jauh” Seketika gwe langsung lemes dan gwe lanjut sms balik..sebenarnya mo nelpon cuma kebetulan pulsa sisa buat daftar sms gratisan…smspun berlanjut masih dgn ketidak percayaan sampe pada akhirnya gwe disuruh buktikan sendiri dengan menanyakan langsung ke teman2 yang lain yang ada di Sampit.

     Gwepun sms sana sini mencari bukti kebenarannya. Dan memang ternyata berita itu benar adanya. Gosip yang beredar disanapun ga kalah heboh, berbagai spekulasi tentang kejadian gantung dirinya si Antopun beragam..Dikoran lokal memberitakan kalo korban gantung diri karena ga bisa menahan sakitnya ketagihan obat, obat apa??sayangnya dikoran itu ga memastikan dulu obat apa yang digunakan korban, otomatis masyarakat setempat pastilah mengira kalo obat yang digunakan adalah obat-obatan terlarang…Ada juga yang menggosipkan kalo korban habis berantem sama ibunya gara-gara dia ga dikasih uang untuk beli obat dan kemudian memutuskan untuk gantung diri, ada juga dari Koran lokal lainnya yang mengatakan klo korban gantung diri karena menjadi pengangguran sudah cukup lama. ..Wallahu’alam…Sungguh ironis memang…segala hal negatif tentang Anto dikuak disana, cuma keluarga dan kerabat dekatnya yang tau inti dari sakit yang Anto derita sampai akhirnya memutuskan mengambil jalan pintas untuk bunuh diri.
     Di sini gwe cuma mau meluruskan spekulasi negatif dari orang tentang Anto. Kabar penyebab kematiannya yang gwe dapat dari cerita sahabatnya ( Takim ) bertolak belakang dengan yang diberitakan…Sekali lagi Wallahu’alam...Menurut pengakuannya, si Anto ternyata memang sedang sakit, sakit yang dideritanya adalah paru-paru. Hasil rongten terakhir saat Anto masih hidup menunjukan kalau paru-parunya dia menghitam dan sudah ada bolong-bolongan kecil akibat rokok..Yaa rokok..setau gwe Anto memang perokok berat diperparah lagi belakangan dia suka minum kopi saat dia kerja lembur sampe malam. Hal itu pernah dia akui pada suatu waktu dia pernah nelpon gwe dan bercerita tentang pekerjaannya, tapi yang disayangkan dia ga pernah bilang tentang penyakitnya yang ternyata sudah lama dia derita bahkan keluarganyapun ternyata baru tau setelah dia sudah meninggal. Sedih…itulah yang gwe rasakan saat mendengar pengakuan sahabatnya itu. Gwe ga bisa berbuat banyak..Gwe hanya bisa mendo’akan agar dosanya Anto bisa diampuni oleh Allah swt.

     Mengulas sedikit tentang pribadi Anto. Dimata gwe Anto orangnya sangat penyayang terutama sama Mamah dan cecenya (kakak), apalagi sejak papahnya meninggal dipangkuannya saat terjatuh dari kamar mandi dan terkena serangan stroke ke 2. Sejak itu dia ingin secepatnya lulus dari SMA biar bisa cepat kerja dan ga mau membebani mamahnya lagi (Hal inilah yang mungkin menyebabkan dia ga pernah cerita masalah penyakitnya pada keluarganya). Anto juga orangnya ga pernah lupa sama teman, seperginya gwe dari Sampit untuk melanjukan studi kuliah di Yogyakarta, sebulan sekali dia pasti ada nelpon untuk sekedar say “hello” atau curhat tentang pekerjaannya. Dari cerita keluar masuknya dia bekerja dari perusahaan 1 keperusahaan lain sampai kabar suksesnya dia jadi orang kepercayaan manager dari suatu perusahaan sawit. Namun untuk menjaga kepercayaan orang itu tidaklah mudah, pekerjaan yang selalu menumpuk yang membuat dia harus lembur hampir tiap malam juga membuat sesekali dia jatuh ambruk. Dia hanya pernah bilang belakangan dia selalu sakit dibagian perutnya, sempat juga nyeletuk masalah paru-parunya tapi bodohnya gwe ga merespon lebih tentang penyakitnya itu. Gwe cuma mengira mungkin itu cuma penyakit Magh biasa gara-gara seringnya dia mengkonsumsi minuman bercaffein yang berlebihan (Kopi). Padahal mungkin sejak itulah penyakit mematikan itu mulai menggerogoti tubuhnya. 

     Ada cerita manis yang ga akan pernah gwe lupain seumur idup gwe. Yaitu cerita di hari-hari terakhir gwe bisa bertemu dan jalan bareng dengan Anto. Pada saat itu libur lebaran Idul Fitri masih di tahun yang sama (Th 2009), tepatnya beberapa bulan sebelum berita meninggalnya si Anto. Semingu sebelum lebaran, cerita manis pertama bermula..Mengetahui gwe pulkam Anto mampir kerumah dan ngobrol panjang lebar lagi-lagi masalah pekerjaannya. Ternyata dia sudah 1 minggu resign dari perusahaan sawit yang sebelumnya dia bangga-banggakan. Entah kenapa kali ini gwe marah mendengar pengakuannya karena menurut gwe ga ada pekerjaan yang ga capek, apalagi dia sudah mendapatkan kepercayaan dari manager perusahaan tersebut. Dia hanya tersenyum dan bilang “Aku sudah ga kuat no, aku bahagia ko dengan keputusanku ini ”. Melihat ekspresi senyum tak biasa darinya yang begitu manis dan tenang tanpa beban gwe hanya bisa diam, apa boleh buat diapun memang sudah terlanjur resign dari sana, jadi ya sudahlah batinQ saat itu. Nah disinilah letak kesalahan gwe yang baru gue sadari sekarang, kenapa gwe ga menanyakan lebih lanjut kenapa dia ga kuat, kenapa gue harus terpaku saat itu, mungkin aja saat itu dia mau cerita mengenai penyakitnya. 

     Keesokan harinya, cerita manis itu berlanjut. Kali ini sikap Anto ke gue cukup aneh, langka dan janggal memang, dan gwe juga baru menyadari hal itu setelah Anto sudah pergi untuk selamanya. Cerita manis yg kedua…Dihari itu Anto ngajak gwe main billiard, karna lagi bulan puasa kita mainnya siang. Disini kejanggalan itu berasa, dia memesan tempat VIP yang tarifnya jauh lebih mahal dari tempat biasanya. Gwepun tanya kenapa, soalnya gwe tau dia baru resign dari pekerjaanya otomatis harus berhematlah apalagi dah mo lebaran, dia hanya bilang “Ditempat biasa sumpek no sesekali ga papalah tempat bagusan lagian pas puasa ini”, katanya. Ya sudah kitapun main, dia sangat bersemangat saat itu, begitu pula gue yang berasa sangat dispesialkan kala itu.

     Sepulangnya dari main billiard, Anto minta ditemenin untuk beli kue-kue buat lebaran dengan alasan katanya selera cwe pasti lebih enak. Di hari yang sama cerita manis yang ketiga berlanjut. Kamipun ke supermarket, sesampainya di supermarket dia malah nyuruh gwe nunggu ditempat parkiran sambil ngomong dengan cepat “ Nanti aja beli kuenya, kamu tunggu disini bentar aku cuma….ngiinnggg ngiinnnggg ngiinnnnnggg….(Ga jelas…)” Dia langsung ngacir tanpa basa basi dan masuk ke supermarket tanpa meliat ekspresi takjubnya gwe yang ternyata lagi nga-nga, melongo ga jelas yang baru gwe sadari pas ga sengaja liat muka gwe yang aneh dari kaca spion. Sesuai janjinya, seketika Antopun datang dengan sekantong kresek belanjaan berwarna hitam. Penasaran dengan ketidak jelasan tadi, tanpa menghiraukan apa yang dia beli gwe langsung nanya ke dia apa yang tadi dia omongin ke gwe. Dia malah ngakak sambil bilang “ Maaf-maaf..soalnya nie dah mo magrib takut keburu buka puasa, makanya aku nyuruh kamu tunggu bentar disini aja, aku cuma beli titipannya ceceku nich” sambil meliatkan kantong belanjaan yang dipegangnya. “Owalah ngobrol dong mamase..nie malah maen kabur aja” sambil senyum-senyum kecut gwe ngajak dia cepetan naek motor dan ngantar gwe pulang. Sesampainya di rumah, dia menyodorkan sekantong belanjaan dia tadi ke gwe “Nich buat kamu..” Lagi-lagi gwe nga-nga tapi kali ini gue langsung sadar ”Apa’an ini woooy, nie kan buat cecemu masa dikasih ke aku..” dengan tersenyum dia Cuma bilang “Ntu buat kamu ko, ceceku mah gampang..” sambil meraih tangan gwe buat ngambil kantong belanjanan itu dari tangannya. Gwepun membuka isi kantong belanjaan itu, ternyata ada 3 kotak coklat gede bermerek, jelas banget enaknya dan gwe tau itu mahal-mahal yang bikin gwe harus nelan air liur yang udah mau netes. Namun gengsi gwe mengalahkan segalanya, dengan berat hati gwe nekat pura-pura nolak dan berharap dia ga menerima penolakan gwe itu, huft..“Ga’ah aneh-aneh aja niatnya buat cece ko malah dikasih ke aku, pasti gara-gara ga enak ninggalin aku tadikan“ dia ketawa “Ya ga’lah, dari awal gwe emang niat beli’in kamu doank ko, heee”. Hwaaaaaa mendengar pengakuannya yang memang gwe harap-harapin itu, kaya orang gila kelaperan gwe teriak histeris sambil loncat-loncat kegirangan, ga peduli sama orang-orang disekitar yang sedang memperhatikan tingkah gila gwe saat itu . Gwe berkali-kali bilang terima kasih ke dia dengan akhir kata “Jangan Jera yaa besok-besok dbeli’in lagi juga ga papa, dengan senang hati gue terima” sambil senyum sumringah meliatkan deretan gigi gue yang ga rapih.#Maruk

     Cerita manis yang terakhir pada saat lebaran ke dua hari raya idul fitri tiba..Pada saat itu dia berkunjung kerumah gue bersama 2 orang temannya, salah satunya si Takim sahabatnya itu..Biasalah klo hari raya pertama, biasanya rumah lagi rame-ramenya diserbu para sanak saudara dan keluarga dari segala penjuru dunia hiiiiii :D. Dan temen-temen gwe yang udah pernah berkunjung dihari pertama dan melihat hebohnya gwe kesana kemari menjamu tamu yang datang sampai akhirnya mereka tercuekin, saat itu pasti untuk taon berikutnya rata-rata dah pada datang dihari kedua lebaran. Salah satu korbannya adalah ya mereka ini…heee :p…Canda tawa menghiasi ruang tamu gue saat itu, suasana santai begitu harmonis kurasakan saat itu..Dia juga begitu ramah menyapa semua keluarga gue yang ada diruang tengah sembari berpamitan pulang karna mendadak mendapat sms dari temennya yang ngajak dia ke pantai ujung pandaran (Tempat Wisata) dan bermalam disana untuk merayakan hari kemenangan itu. Dan ternyata hari itu adalah hari terakhir gwe bertemu dengan Anto. Hari dimana dia mengucapkan kata pamit untuk selamanya dan hari dimana semua kenangan manis itu terpatri dan terbungkus rapi didalam hati.

Selamat tingal Anto…
     ”Bangga” 1 kata inilah yang selalu ada dalam benak gue untuk mengenang seorang Anto..Bangga akan cintanya yang begitu besar pada keluarganya. Bangga akan kerja kerasnya dalam bekerja yang sempat meraih sukses. Serta bangga atas segala pengorbanan yang telah dia berikan kepada semua orang terkasihnya. Itulah semua yang gwe tau tentang seorang Anto. Mungkin orang lain yang mengenal dia punya kenangan dan anggapan yang berbeda. Yang jelas disini dia telah tiada. Gwe hanya berharap semua orang bisa menilainya lebih kepada positifnya si Anto bukan dari sisi negatifnya dia,karena tidak ada manusia yang sempurna tak terkecuali si Anto.
Sekian….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar