Ga bisa dipungkiri, keberadaan ibu memang sangat berarti bagi seorang anak. Sejelek,seburuk dan sesibuk apapun seorang ibu pasti akan tetap dicintai anaknya. Begitu pula bagi anak yang akan gwe bahas disini.
Atar...begitu panggilannya. Dia seorang anak laki-laki berumur 1,5 Th. Anak pertama dari kakak perempuan gwe dan tentu saja dia adalah Keponakan gwe.
Atar seorang anak yang sangat aktif mungkin bisa dibilang hiper aktif. Gimana ngga, semua benda yang bisa dijangkau olehnya pasti dilempar tanpa arah, selalu berlari-lari dan ga takut jatuh tapi dia takut cicak...hahaha... Tapi ya kembali lagi, dia hanya seorang anak kecil yang masih butuh tatih tayang.
Beberapa hari yang lalu Atar dititipin selama 3 hari oleh orang tuanya dirumah karena mamanya ada acara di luar kota, sedangkan Ayahnya ga bisa jagain dia sendiri karna sibuk kerja juga. Atar yang sangat lengket kaya lem Alteco sama mamanya, akhirnya bisa ditinggal tanpa beban saat mamanya berhasil mengendap-ngendap keluar rumah saat dia asik main bersama gwe. Anehnya kaya orang yang Amnesia, sejak itu dia ga mencari-cari sosok mamanya sama sekali dan tanpa di ajarin gwelah yang dipanggilnya mama kala itu. Gubrakkkk...
Mamaaa...Sebutan itu sangat menggelitik bagi seorang gadis perawan seperti gwe. Tapi lama-kelama'an gwe menikmati profesi dadakan ini. Gwe menjaga Atar layaknya anak sendiri begitu pula dia yang memperlakukan gwe seperti mamanya sendiri yang ga bisa jauh dari pandangannya. Kemana gwe pergi disitu ada dia, klo ga ya nangis huufftt. Bedanya disini Atar sangat penurut ga se hiper aktif di saat mamanya yang asli bersamanya. Naluri keibuan gwepun muncul ketika gwe bepergian barang sebentar aja ninggalin dia di rumah, gwe udah mo cepat-cepat pulang khawatir kalo Atar nangis.
3 hari berlalu, tiba saatnya hari dimana mama Atar pulang. Saat itu Atar sedang bermain dihalaman rumah bersama ponakan gwe yang lainnya. Tiba-tiba ada sebuah mobil Kijang Inova hitam berhenti didepan rumah dan semua mata tertuju pada mobil itu. Benar, yang keluar dari mobil itu adalah mamanya Atar. Tanpa basa basi seketika tangis Atar pecah menggelegar minta dijemput dan dipeluk sama mamanya. Dan sejak itu dia ga mau lagi dipegang sama gwe dan predikat mama yang gwe sandangpun akhirnya copot tanpa upacara pelepasan terlebih dahulu. #Ironis
Pertemuan yang sangat dramatis itu bikin gwe sadar betapa berartinya seorang Ibu bagi seorang anak. 3 hari tanpa menanyakan dan mencari ibunya, anak sekecil Atar mampu menahan rindu yang dia pendam sendiri. Dan ketika pertemuan itu datang, hanya Nalurilah yang mampu menjawab bahwa antara kedua orang ini punya suatu ikatan yang tidak bisa digantikan oleh siapapun.
Sekian...